KEPUTUSAN
Di suatu sore hari minggu, aku dan Ayahku mengobrol di teras rumah. Sambil memandang pohon yang lumayan tinggi di halaman rumah ditemani dua cangkir teh buatan ibuku yang menemani aku dan ayahku. Saat itu tepat setelah ujian nasional berlangsung. Ayahku menanyakan kepadaku tentang jurusan di SMA yang akan aku ambil nantinya.
" Kamu sudah memutuskan ingin mengambil jurusan apa?" tanya Ayahku sambil meminum tehnya.
"Sudah, namun saya masih ragu tentang keputusan saya" jawabku sambil memandang pohon itu
"Memangnya apa yang kamu inginkan?" tanya Ayahku lagi
"Saya ingin mengambil kelas IPS" jawabku sambil melihatkan gigiku
"Mengapa kamu ingin mengambil kelas IPS?" balas Ayahku
Aku terdiam sebentar memikirkan jawaban yang masuk akal untuk menjawab pertanyaan Ayahku.
"Saya hanya tidak ingin pusing jika masuk kelas MIPA" jawabku dengan lesu, akhirnya.
"Kamu tidak boleh berpikir seperti itu sebelum mencobanya" balas Ayahku
"Tapi yah, saya hanya takut"
"Tidak perlu takut, Ayah yakin kamu bisa di dalam kelas MIPA, lagipula katanya kamu ingin mejadi dokter" jelas Ayahku
Sebenarnya aku masih sedikit ragu untuk mengambil jurusan kedokteran saat masuk ke Univertas nanti, karena banyaknya lulusan SMA yang ingin mengambil jurusan tersebut. Tetapi, aku hanya bisa menjawab seadanya.
Sebenarnya aku masih sedikit ragu untuk mengambil jurusan kedokteran saat masuk ke Univertas nanti, karena banyaknya lulusan SMA yang ingin mengambil jurusan tersebut. Tetapi, aku hanya bisa menjawab seadanya.
"Iya juga ya, Yah. tapi saya tidak yakin. saya lemah dalam hitung-meghitung" ucapku sambil menundukan kepalaku.
"Kamu harus yakin dengan diri kamu sendiri. tidak ada yang mustahil jika kamu berusaha. kamu hanya merasa tidak bisa, padahal kamu bisa jika kamu lebih giat berusaha" ucap Ayahku dengan halus
"Baiklah, Yah. kalau begitu saya akan mengambil kelas MIPA"balasku sambil menyunggingkan sedikit senyum
"Ayah tidak akan menuntut kamu, Ayah serahkan semua kepadamu"ucap Ayahku sambil mengusap rambutku
"Iya, Yah. nanti saya pikirkan lagi"balasku seadanya
"Yasudah, ayo masuk sudah hampir maghrib" ucap Ayahku sambil meminum teh yang tersisa di cangkirnya
"Baiklah, Yah"balasku sambil memandang cangkir yang masih berisi setengahnya dari semula.
Selepas shalat maghrib, Aku meghampiri Ayahku yang sedang bercanda dengan Ibu dan Adikku. Aku sudah memikirkan matang-matang apa yang akan aku ambil saat masuk SMA nanti.
"Ayah.." panggilku dengan senyum sumringah
"Ada apa, kak?" sahut Ayahku
"Em.. saya ingin mengambil kelas IPA saja" jelasku kepada Ayahku
Ayahku menatap Ibuku lalu tersenyum.
"Kamu sudah yakin?" tanya Ayahku memastikan
"Sudah hehe" jawabku sambil memperlihatkan gigiku
"Semua terserah kamu, yang penting kamu yakin dengan pilihanmu, dan kamu tidak akan menyesal nantinya" timpal ibuku
"Insyaallah, Bu"ucapku
"Yasudah, ayo makan. adikmu sudah lapar, tuh." ucap Ibuku dengan nada bercandanya
Selepas shalat maghrib, Aku meghampiri Ayahku yang sedang bercanda dengan Ibu dan Adikku. Aku sudah memikirkan matang-matang apa yang akan aku ambil saat masuk SMA nanti.
"Ayah.." panggilku dengan senyum sumringah
"Ada apa, kak?" sahut Ayahku
"Em.. saya ingin mengambil kelas IPA saja" jelasku kepada Ayahku
Ayahku menatap Ibuku lalu tersenyum.
"Kamu sudah yakin?" tanya Ayahku memastikan
"Sudah hehe" jawabku sambil memperlihatkan gigiku
"Semua terserah kamu, yang penting kamu yakin dengan pilihanmu, dan kamu tidak akan menyesal nantinya" timpal ibuku
"Insyaallah, Bu"ucapku
"Yasudah, ayo makan. adikmu sudah lapar, tuh." ucap Ibuku dengan nada bercandanya
Kebingunganku akhirnya teratasi dengan baik. aku hanya berharap aku akan dimudahkan saat di SMA nanti.
No comments:
Post a Comment