Sunday, January 6, 2019

cerita pendek tentang negosiasi


KEPUTUSAN

Di suatu sore hari minggu, aku dan Ayahku mengobrol di teras rumah. Sambil memandang pohon yang lumayan tinggi di halaman rumah ditemani dua cangkir teh buatan ibuku yang menemani aku dan ayahku. Saat itu tepat setelah ujian nasional berlangsung. Ayahku menanyakan kepadaku tentang jurusan di SMA yang akan aku ambil nantinya.

" Kamu sudah memutuskan ingin mengambil jurusan apa?" tanya Ayahku sambil meminum tehnya.
"Sudah, namun saya masih ragu tentang keputusan saya" jawabku sambil memandang pohon itu
"Memangnya apa yang kamu inginkan?" tanya Ayahku lagi
"Saya ingin mengambil kelas IPS" jawabku sambil melihatkan gigiku
"Mengapa kamu ingin mengambil kelas IPS?" balas Ayahku

Aku terdiam sebentar memikirkan jawaban yang masuk akal untuk menjawab pertanyaan Ayahku.

"Saya hanya tidak ingin pusing jika masuk kelas MIPA" jawabku dengan lesu, akhirnya.
"Kamu tidak boleh berpikir seperti itu sebelum mencobanya" balas Ayahku
"Tapi yah, saya hanya takut"
"Tidak perlu takut, Ayah yakin kamu bisa di dalam kelas MIPA, lagipula katanya kamu ingin mejadi dokter" jelas Ayahku

Sebenarnya aku masih sedikit ragu untuk mengambil jurusan kedokteran saat masuk ke Univertas nanti, karena banyaknya lulusan SMA yang ingin mengambil jurusan tersebut. Tetapi, aku hanya bisa menjawab seadanya.

"Iya juga ya, Yah. tapi saya tidak yakin. saya lemah dalam hitung-meghitung" ucapku sambil menundukan kepalaku.
"Kamu harus yakin dengan diri kamu sendiri. tidak ada yang mustahil jika kamu berusaha. kamu hanya merasa tidak bisa, padahal kamu bisa jika kamu lebih giat berusaha" ucap Ayahku dengan halus
"Baiklah, Yah. kalau begitu saya akan mengambil kelas MIPA"balasku sambil menyunggingkan sedikit senyum
"Ayah tidak akan menuntut kamu, Ayah serahkan semua kepadamu"ucap Ayahku sambil mengusap rambutku
"Iya, Yah. nanti saya pikirkan lagi"balasku seadanya
"Yasudah, ayo masuk sudah hampir maghrib" ucap Ayahku sambil meminum teh yang tersisa di cangkirnya
"Baiklah, Yah"balasku sambil memandang cangkir yang masih berisi setengahnya dari semula.

Selepas shalat maghrib, Aku meghampiri Ayahku yang sedang bercanda dengan Ibu dan Adikku. Aku sudah memikirkan matang-matang apa yang akan aku ambil saat masuk SMA nanti.

"Ayah.." panggilku dengan senyum sumringah
"Ada apa, kak?" sahut Ayahku
"Em.. saya ingin mengambil kelas IPA saja" jelasku kepada Ayahku

Ayahku menatap Ibuku lalu tersenyum.

"Kamu sudah yakin?" tanya Ayahku memastikan
"Sudah hehe" jawabku sambil memperlihatkan gigiku
"Semua terserah kamu, yang penting kamu yakin dengan pilihanmu, dan kamu tidak akan menyesal nantinya" timpal ibuku
"Insyaallah, Bu"ucapku
"Yasudah, ayo makan. adikmu sudah lapar, tuh." ucap Ibuku dengan nada bercandanya

Kebingunganku akhirnya teratasi dengan baik. aku hanya berharap aku akan dimudahkan saat di SMA nanti.




TEKS NEGOSIASI


Hai, semangat belajar. 


selamat berjumpa di semester dua tahun ini. kali ini kita akan belajar tentang teks negosiasi. apa itu teks negosiasi? mari kita baca blog ini ^^



SOAL

  1. apakah teks negosiasi itu ?
  2. jelaskan struktur teks negosiasi ! ( beserta contoh )
  3. jelaskan kaidah kaidah kebahasan teks negosiasi !
  4. susunlah 15 butir soal dan pembahasan tentang negosiasi !
JAWAB
  1. Teks negosiasi merupakan teks yang memuat bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan antara dua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda.
  2.  struktur teks negosiasi adalah sebagai berikut : 
  • Orientasi: Kalimat pembuka, biasanya ucapan salam. Fungsi nya untuk memulai negosiasi.
  • Permintaan: Suatu hal berupa barang atau jasa yang ingin dibeli oleh pembeli.
  • Pemenuhan: Kesanggupan hal berupa barang atau jasa dari penjual yang diminta oleh pembeli.
  • Penawaran: Puncaknya negosiasi yang terjadi, kedua pihak saling tawar menawar.
  • Persetujuan: Kesepakatan antara kedua belah pihak terhadap negosiasi yang telah dilakukan.
  • Pembelian: Keputusan konsumen jadi menyetujui negosiasi itu atau tidak.
  • Penutup: Kalimat penutup, biasanya ucapan salam atau terimakasih.
  • contoh : 

    Orientasi

    Penjual: Mari mas, ada yang bisa saya bantu?

    Permintaan

    Pembeli: ada dong mbak, di sini jual kabel nggak ya?
    Penjual: Kabel yang kayak apa ya mas?
    Pembeli: Kabel yang hitam lurus kayak rambut mbaknya ini lho!
    Penjual: Hahaha, bisa aja masnya ini! Kabel yang gimana? Nanti saya cariin.
    Pembeli: Kabel ukuran 1,5 100 meter, kabel ukuran 2,75 50 meter.
    Penjual: Merek apa mas?
    Pembeli: Yang bagus apa ya mbak?
    Penjual: Biasanya yang dicari banyak orang itu Eterna mas, murah, bagus.
    Pembeli: Coba mbak lihat barangnya boleh?
    Penjual: Kabelnya kan mas? Bentar ya, saya ambilkan dulu.

    Pemenuhan

    Penjual: Mas, ini kabelnya yang tersedia tinggal yang panjangnya 50 meter-an, yang 100 meter kosong. Ada sih yang langsung 100 meter tapi warna putih. Gimana mas?
    Pembeli: Wah, putih kayak kulit mbaknya dong, hahaha. Yang item aja mbak, 50 meter-an gak apa-apa.
    Penjual: Brarti kabel Eterna ukuran 1,5 panjangnya 2 x 50 meter sama ukuran 2,75 50 meter ya mas?
    Pembeli: Iya mbak, oh iya lupa, itu harganya berapa ya mbak?
    Penjual: Bentar mas tak lihat dulu...ini yang ukuran 1,5 50 meternya 350 ribu mas, terus yang 2,75 550 ribu, jadi totalnya 1.300.000 mas.

    Penawaran

    Pembeli: Wah, mahal juga ya...gak bisa kurang mbak?
    Penjual: Ini sudah murah mas, toko lain gak segini harganya.
    Pembeli: Masak nggak ada potongan mbak? Kalau ada besok saya belanja ke sini lagi deh.
    Penjual: Buat pasang di mana mas?
    Pembeli: Itu lho, proyek pembangunan kantor di ujung jalan sana.
    Penjual: Bentar ya mas, tak tanya si Bos dulu, siapa tahu kalau buat proyek ada bonus buat masnya kalau belanja di sini.
    Pembeli: Asik....di tunggu mbak.
    Penjual: Ada mas, tapi nggak banyak. Harganya tetep segitu, terus buat masnya 70 ribu. Gimana mas?

    Persetujuan

    Pembeli: Siap mbak, saya ambil. Pakai nota ya mbak.
    Penjual: Iya mas, Tunggu bentar ya.

    Pembelian

    Pembeli: 1.300.000 ya mbak...ini mbak uangnya.
    Penjual: Maaf, saya hitung sebentar ya mas.... Sip, uangnya pas ya mas. Terus ini notanya, lunas, sama ini bonus buat masnya.

    Penutup

    Pembeli: Siap, terimakasih banyak ya mbak.
    Penjual: Sama-sama mas, kalau besok-besok belanjanya lebih banyak lagi bonusnya juga banyak lho mas kata si bos.
    Pembeli: Siap mbak, besok-besok masih ada yang harus dibeli kok. Terimakasih mbak.
    Penjual: Sama-sama mas.
3. kaidah kaidah kebahasan teks negosiasi :
  • Menggunakan bahasa yang santun.
  • Terdapat ungkapan persuasif (bahasa untuk membujuk).
  • Berisi pasangan tuturan.
  • Kesepakatan yang dihasilkan tidak merugikan dua belah pihak.
  • Bersifat memerintah dan memenuhi perintah.
  • Tidak berargumen dalam 1 waktu.
  • Didasari argumen yang kuat disertai fakta.
  • Minta alasan dari pihak mitra negosiasi (mengapa ya/tidak).
  • Jangan menyela argumen.
4. soal tentang teks negosiasi :
  • 1.   Berikut ini adalah bagian dari struktur teks negosiasi jual beli, kecuali….
    a.    orientasi
    b.    penawaran
    c.    permintaan
    d.    perintah
    e.    persetujuan
    d.    perintah
    = Keadaan yang saling menguntungkan adalah hasil yang ingin diciptakan dalam bernegosiasi. Ia membutuhkan orientasi, permintaan, penawaran, dan baru kemudian persetujuan. Dalam hal ini, perintah tidak cocok dimasukkan ke dalam struktur teks negosiasi karena sifatnya yang memaksa dan hanya terfokus pada satu kepentingan. Bentuk yang lebih cocok seharusnya persuasif karena bersifat mengajak atau membujuk.

    2.      2. Hal yang tidak termasuk ke dalam kaidah teks negosiasi adalah….
    a.    Melibatkan dua pihak/lebih
    b.    Berbeda kepentingan
    c.    Adanya tawar-menawar
    d.    Perlunya strategi
    e.    Selalu berakhir dengan kesepakatan
    e.    Selalu berakhir dengan kesepakatan
    = Negosiasi dilakukan ketika kedua belah pihak memiliki perbedaan keinginan. Negosiasi dapat berupa tawar-menawar sehingga diperlukan adanya strategi. Akan tetapi, negosiasi tidak selalu dapat diakhiri dengan suatu kesepakatan. Ia bisa saja mengalami kegagalan. Setiap orang tidak bisa memaksakan kehendak karena negosiasi bertumpu pada kebersamaan dan saling pengertian.

    3.  3.     Perhatikan langkah-langkah berikut ini.
    (1) permintaan
    (2) persetujuan
    (3) penawaran
    (4) orientasi
    (5) pembelian
    (6) pemenuhan
    (7) penutup
    Susunan struktur teks negosiasi yang tepat adalah.…
    a.    4-2-1-3-4-5-6-7
    b.    4-1-2-4-3-5-6-7
    c.    4-1-6-3-2-5-7 
    d.    4-1-6-2-3-7-5
    e.    4-1-6-2-3-5-7
    c.    4-1-6-3-2-5-7 
    = Proses terjadinya negosiasi dalam jual beli harus berurutan. Proses ini dimulai dari (4) orientasi/pembukaan, dilanjutkan dengan (1) permintaan (poin ini disampaikan oleh calon pembeli), (6) pemenuhan (ada atau tidaknya barang yang disampaikan oleh penjual) (3) penawaran (calon penjual merasa keberatan), (2) persetujuan (penjual sepakat dengan penawaran calon pembeli) , (5) pembelian, dan terakhir adalah (7) penutup.

    4.   Tujuan bernegosiasi adalah sesuatu yang ingin dicapai. Hal yang dimaksud adalah.… a.    Mendapatkan pelajaran dari satu pihak
    b.    Mendapatkan keuntungan tersendiri
    c.    Meraih penghargaan
    d.    Membela kepentingan orang lain
    e.    Mendapatkan kesepakatan bersama
            e.    Mendapatkan kesepakatan bersama
    = Tujuan dilakukannya negosiasi adalah untuk menyelesaikan konflik antara kedua belah pihak akibat adanya perbedaan kepentingan. Oleh karena itu, kondisi final yang dicari adalah keuntungan yang didapatkan oleh kedua belah pihak atas dasar kesepakatan bersama.



    5.    Secara umum, struktur negosiasi dapat berupa….
           a.    Pernyataan umum, aspek yang digolongkan
           b.    Pembuka, isi, penutup
           c.    Orientasi, komplikasi, Reorientasi, koda
           d.    Babak, adegan, prolog, dialog, epilog
           e.    Tesis, argumentasi, penegasan ulang

    b.    Pembuka, isi, penutup
    = Negosiasi yang dilaksanakan karena munculnya konflik dapat berupa bentuk yang cukup sederhana, yaitu terdiri atas pembukaisipenutup. Ini adalah bentuk yang umum terjadi dalam negosiasi. Jawaban adalah Pembuka isi penutup


    6.  Berikut ini yang merupakan contoh negosiasi adalah….
    a.    Tanya-jawab saat ceramah
    b.    Seminar
    c.    Debat capres
    d.    Lobi antarfraksi saat sidang istimewa di DPR
    e.    Dialog interaktif
    d.    Lobi antarfraksi saat sidang istimewa di DPR= Satu syarat munculnya negosiasi adalah adanya perbedaan kepentingan. Hal ini memberikan makna bahwa negosiasi itu adalah tindakan tawar-menawar yang memerlukan adanya strategi dalam membujuk, memberikan alasan yang kuat, dan disertai oleh bahasa yang santun agar tercipta jalan tengah yang mengakomodasi perbedaan kepentingan tersebut. Berdasarkan pemahaman ini, opsi D adalah bentuk negosiasi yang tepat. Dalam sidang istimewa DPR, perbedaan kepentingan antarfraksi sudah pasti akan muncul. Sebelum melakukan putusan, ketua DPR biasanya memberikan waktu bagi setiap fraksi untuk melakukan lobi (tawar-menawar) dengan fraksi yang berbeda pandangan.
    7.    “ 60 ribu kemahalan, Bang. 45 ribu saja ya? Saya beli dua baju, Bang.”
    Dalam jual-beli, kalimat di atas termasuk ke dalam struktur….
    a.    Permintaan
    b.    Penawaran
    c.    Pemenuhan
    d.    Pembelian
    e.    Persetujuan
    b.    Penawaran
    Kalimat pada soal di atas termasuk ke dalam struktur penawaran. Hal ini terlihat dalam bentuk pengajuan usul penurunan harga.
    Dalam jual beli, kadang kala, syarat pemenuhan barang, dalam hal ini harga, terlampau tinggi. Jika kondisi seperti ini kita temukan, kita bisa melakukan bentuk penawaran untuk meringankan syarat tadi. Bentuk penawaran yang kita berikan bisa disertai dengan argumen/alasan agar pihak penjual mau menerima penawaran kita.

    8.    Perhatikan teks negosiasi di bawah ini!
    (Irwan selaku ketua OSIS menghadap kepala sekolah untuk menyerahkan proposal kegiatan latihan dasar kepemimpinan)
    (1)    Irwan : Selamat siang, Pak.
    (2)    Kepsek : Siang, masuk Wan! Ada apa, Wan?
    (3)    Irwan : Ini Pak, ada proposal acara LDK untuk bulan depan.
    (4)    Kepsek : Coba Bapak lihat! (sambil membolak-balik halaman proposal)
    Ini acara puncaknya di luar sekolah, Wan?
    (5)    Irwan : Iya, Pak. Rencana mau kami adakan di Kandang Badak, Gunung 
    Pangrango, Cibodas.
    (6)    Kepsek : Kalau untuk ini, mohon maaf, Bapak tidak bisa izinkan. Risikonya terlalu besar
    untuk dilaksanakan di luar sekolah, apalagi di gunung. Bagaimana kalau acaranya di sekolah saja. Biaya sedikit dan tanggung jawabnya tidak terlalu berat.
    (7)    Irwan : Kami sudah memikirkan soal risiko itu, Pak. Pak Cuntawan sebagai pembina 
    sudah sepakat. Kandang Badak tidak terlalu tinggi. Kami pun akan mengikutsertakan para alumni. Soal biaya 50 % ditanggung alumni, tetapi dengan syarat acara outbond diadakan di luar.
    (8)    Kepsek : Begitu ya? Baiklah, nanti akan Bapak pertimbangkan.
    (9)    Irwan : Terima kasih, Pak. 
    Proses tawar-menawar antara Irwan dan kepala sekolah terjadi pada nomor….
    a.    1,2,3,4
    b.    5,6,7,8
    c.    7,8,9,10
    d.    3,4,5,6
    e.    2,3,4,5

    b.    5,6,7,8
    = Teks negosiasi bukan bagian dari jual beli sehingga bagian teks tersebut hanya terdiri atas tiga bagian: pembukaisipenutup. Bagian pembuka atau orientasi muncul pada nomor 1 – 4. Bagian isi ada pada nomor 5 – 8. Bagian penutup muncul pada nomor 9 dan 10. Proses tawar-menawar ada pada bagian isi.
    9.    Perhatikan kutipan dialog berikut!
    Pramuniaga : Sebentar, Kak, saya cek dulu barangnya. Ada Kak. Telepon merek Sambung Galaksih warna transparan. Harga lima juta, gratis micro sd 8 GB, pelapis anticakar, dan garansi toko seumur hidup.
    Calon pembeli : Wah, itu kemahalan, Mbak. Ini kan tipe lama. Harga pasarannya empat juta. Empat juta saja ya…
    Pasangan tuturan yang tepat berdasarkan kutipan teks negosiasi di atas adalah….
    a.    Mengucapkan salam – membalas salam
    b.    Bertanya – menjawab /tidak menjawab
    c.    Meminta tolong – memenuhi/menolak permintaan
    d.    Menawarkan – menerima/menolak tawaran
    e.    Mengusulkan – menerima/menolak usulan.

    d.    Menawarkan – menerima/menolak tawaran
    Pasangan tuturan yang tepat yang muncul pada kutipan dialog di atas adalah pramuniaga menawarkan barang yang diminta oleh calon pembeli disertai dengan harga dan hal-hal yang didapatkan pembeli. Kemudian, calon pembeli menolak tawaran tersebut dengan mengatakan bahwa harga yang ditawarkan terlalu mahal.
     

    10.    Di dalam teks negosiasi, bahasa yang digunakan untuk mengajak pihak lain agar mau memenuhi permintaan kita adalah .…
    a.    imperatif
    b.    interogatif
    c.    informatif
    d.    persuasif
    e.    deklaratif

    d.    persuasif
    Bahasa yang digunakan untuk mengajak pihak lain agar mengikuti dan memenuhi permintaan kita disebut juga dengan persuasi (persuasif). Persuasif adalah bagian dari jenis komunikasi yang dilakukan dengan etika dan ditujukan untuk memengaruhi dan mengubah sikap dan perilaku seseorang agar bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator.


    11.    “Di tempat lain harganya bisa lebih mahal, Pak. Ini sudah paling murah jadi Bapak tidak akan rugi beli di sini.”
    Bentuk di atas dalam negosiasi disebut kalimat .…
    a.    interogatif
    b.    eksklamatif
    c.    persuasif
    d.    deklaratif
    e.    imperatif

    d.    deklaratif
    Jika kita analisis pemilihan kata dalam teks di atas, akan terlihat kata-kata yang bertujuan meyakinkan dan membujuk pihak komunikan agar mau melakukan tindakan sesuai dengan apa yang diinginkan pihak komunikator, yaitu Bapak tidak akan rugi beli di sini. Kata-kata bujukan pun disertai dengan kata-kata yang kembali menguatkan ajakan tersebut, yaitu ini sudah paling murah, di tempat lain bisa lebih mahal. Dengan demikian, dapat kita pastikan bahwa teks di atas berbentuk persuasif.
    12.    Cara yang baik untuk mengemukakan argumentasi agar pihak lain merasa yakin adalah dengan cara ….
    a.    Menggunakan istilah-istilah ilmiah
    b.    Santun dalam mengemukakan pendapat
    c.    Bersikap arogan
    d.    Melakukan ancaman
    e.    Menyanjung secara berlebihan

    b.    Santun dalam mengemukakan pendapat
    Argumentasi harus dilakukan dengan cara yang santun dan alasan yang masuk akal agar orang percaya dan mau mengikuti kehendak kita. Santun berarti tidak menggunakan kata-kata yang dapat menyinggung orang lain. Sanjungan pun selama tidak berlebihan dapat juga dikatakan sebagai bahasa yang santun. 

    13.    Berikut ini yang termasuk kalimat yang santun dalam bernegosiasi adalah .…
    a.    Bapak harus turuti permintaan kami atau kami akan melakukan mogok kerja mulai sekarang.
    b.    Kami mohon Bapak sudi mempertimbangkan kenaikan gaji bagi kami.
    c.    Kami sudah lelah bekerja seperti ini. Gaji yang Anda berikan jauh dari kata layak.
    d.    Hanya bapak yang dapat hidup enak, sedangkan kami, para buruh, hidup serba kekurangan.
    e.    Seharusnya Anda paham bahwa gaji yang Anda berikan belum sesuai dengan UMR.

    b.    Kami mohon Bapak sudi mempertimbangkan kenaikan gaji bagi kami.
    Kalimat yang santun memiliki ciri penggunaan kata-kata yang bersifat merendah, tidak memerintah, dan juga menghadirkan kata-kata bernada positif (amelioratif). Kami mohon Bapak sudi mempertimbangkan kenaikan gaji bagi kami. Itu adalah kalimat yang tepat sebagai bentuk kalimat yang santun karena menggunakan kata mohon untuk menunjukkan kerendahhatian, begitu pula dengan kata sudi mempertimbangkan.
    14.  Chairil  Anwar  dilahirkan  di  Medan,  tanggal  26  Juli 1922.  Chairil  Anwar  adalah  tipe  pemuda  yang  suka membaca  dan  belajar  sendiri,  sehingga  tulisannya memiliki  kualitas  yang  sangat  tinggi.  Ia  pun  dikenal sebagai  pelopor  penyair  Angkatan  45.  Dari  esai-esai dan sajaknya, jelas sekali ia seorang individualis yang bebas.  Dengan  berani  dan  secara  demonstratif,  ia menentang  pula  sensor  Jepang  dan  ia  selalu  menjadi incaran Kempetai.(polisi rahasia Jepang).
    Keistimewaan tokoh sesuai dengan isi biografi tersebut adalah ....
    A.  suka membaca dan belajar sendiri
    B.  memiliki kualitas tulisannya
    C.  menentang segala tekanan Jepang
    D.  pelopor penyair Angkatan 45

    Cuplikan biografi tersebut berkisah tentang Chairil Anwar, seorang penyair. Ia merupakan sosok tokoh yang memiliki keistimewaan dalam hal tulisan-tulisan yang berkualitas
    Jawaban: B

    15. Bacalah kutipan biografi tokoh berikut!
    Anis Baswedan adalah salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang meluncurkan program “Indonesia Mengajar”. Beliau merekrut anak-anak muda terbaik lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdi sebagai guru di sekolah-sekolah dasar yang ada di desa-desa di pelosok Indonesia. Lulusan Amerika ini dikenal juga sebagai rektor termuda karena ia baru berusia 38 tahun saat ia didapuk menjadi Rektor Paramadina menggantikan Nurcholis Madjid pada 15 Mei 2007. Komitmennya dalam pendidikan tercermin dalam pernyataannya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memperoleh janji kemerdekaan.

    Keistimewaan tokoh tersebut adalah ...
    A. merekrut mahasiswa lulusan terbaik
    B. menjadi rektor termuda di Indonesia
    C. berkomitmen memajukan pendidikan
    D. menggagas program “Indonesia Mengajar”

    Jawaban: B
    = Keistimewaan seseorang merupakan sesuatu yang khas dan tidak semua orang memilikinya. Dalam hal ini, Anis Baswedan menjadi rektor termuda di Indonesia dalam usia 38 tahun.








sumber : 
http://berdirisejaktidakadakursi.blogspot.com/2017/05/soal-dan-pembahasan-bahasa-indonesia.html
https://gudangpelajaran.com/contoh-teks-negosiasi/
http://www.yuksinau.id/teks-negosiasi-pengertian-struktur-tujuan/#!





terimakasih 

semangat belajar